Selasa, 18 September 2012

Sistem Pernafasan Pada Manusia

Pengertian Pernafasan (Respirasi)
pernafasanRespirasi dapat didefinisikan sebagai gabungan aktivitas mekanisme yang berperan dalam proses suplai O2 ke seluruh tubuh dan pembuangan karbondioksida. Fungsi dari respirasi itu sendiri yaitu menjamin tersedianya O2 untuk kelangsungan metabolisme sel-sel tubuh serta mengeluarkan CO2 hasil metabolisme secara terus menerus.
Pernapasan manusia merupakan pernapasan tidak langsung. Udara dari atmosfer masuk ke dalam tubuh dengan perantara alat pernapasan tertentu. Selanjutnya oksigen yang diperlukan untuk proses pernapasan masuk ke dalam sel-sel darah kapiler menuju ke sel-sel jaringan tubuh dengan bantuan sistem transpor. Saluran pernapasan manusia terbagi menjadi dua bagian yaitu saluran bagian atas dan bagian bawah.
Saluran Pernapasan Bagian Atas
Lubang hidung
Hidung dibentuk oleh tulang sejati dan tulang rawan. Hidung dibentuk oleh sebagian tulang sejati, sisanya terdiri atas kartilago dan jaringan ikat. Bagian hidung merupakan suatu lubang yang dipisahkan menjadi lubang kiri dan kanan oleh sekat (septum). Rongga hidung berfungsi sebagai tempat masuknya udara pernapasan. Permukaan dalam dinding rongga ini dilapisi selaput lendir sehingga dapat menangkap benda-benda asing yang masuk ke dalam saluran pernapasan. Selain itu, hidung berfungsi sebagai indera pembau karena di dalam hidung terdapat reseptor. Hidung banyak mengandung rambut. Di dalam rongga hidung, udara akan mengalami penyaringan dan penghangatan.
Sinus Paranasalis
Sinus paranasalis merupakan daerah yang terbuka pada tulang kepala. Dinamakan sesuai dengan tulang tempat dia berada yaitu sinus frontalis, sinus ethmoidalis, sinus sphenoidalis, dan sinus maxilaris. Sinus berfungsi untuk:
1) Membantu menghangatkan dan humidifikasi
2) Meringankan berat tulang tengkorak
3) Mengatur bunyi suara manusia dengan tulang resonansi
Faring
Faring merupakan pipa berotot yang berbentuk cerobong (± 13 cm) yang letaknya bermula dari dasar tengkorak sampai persambungannya dengan esophagus pada ketinggian tulang rawan (kartilago) krikoid. Faring digunakan pada saat ‘digestion’ (menelan) seperti pada saat bernafas.
Berdasarkan letaknya, faring dibedakan menjadi tiga yaitu: dibelakang hidung (naso-faring) berfungsi untuk menjaga tubuh dari invasi organisme yang masuk ke hidung dan tenggorokan, belakang mulut (oro-faring) yang berfungsi untuk menampung udara dari naso-faring dan makanan dari mulut, dan belakang faring (laringo faring) yang berfungsi saat menelan dan respirasi.
Laring
Setelah melewati hidung, udara masuk ke pangkal tenggorokan (laring) melalui faring. Faring adalah hulu kerongkongan. Faring merupakan persimpangan antara rongga mulut ke kerongkongan dan rongga hidung ke tenggorokan (laring) udara masuk ke batang tenggorokan (trakea).
Laring sering disebut sebagai ‘voice box’ dibentuk oleh struktur epithelium lined yang berhubungan dengan faring (diatas) dan trakhea (dibawah). Laring terletak di anterior tulang belakang ke-4 dan ke-6. Bagian atas dari esophagus berada di posterior laring.
Fungsi utama laring yaitu untuk pembentukan suara, sebagai proteksi jalan napas bawah dari benda asing dan untuk memfasilitasi proses terjadinya batuk.
Saluran Pernapasan Bagian Bawah
Trakhea
Trakhea merupakan perpanjangan dari laring pada ketinggian tulang vertebrae torakal ke-7 yang bercabang menjadi dua bronkhus. Batang tenggorok atau trakhea terdiri atas tiga lapis yaitu lapisan luar terdiri dari jaringan ikat, lapisan tengah terdiri dari otot polos dan cincin tulang rawan, dan lapisaan terdalam terdiri dari jaringan epitelium bersilia.
Jaringan epitel juga menghasilkan banyak lendir yang berfungsi untuk menangkap dan mengembalikannya ke hulu saluran pernafasan benda-benda asing yang akan masuk ke paru-paru bersama udara pernapasan.
Dinding dalamnya dilapisi selaput lendir yang sel-selnya berambut getar. Rambut-rambut getar berfungsi untuk menolak debu dan benda asing yang bersama udara. Akibat tolakan secara paksa tersebut kita akan batuk atau bersin.
Bronkus dan bronkhiolus
Seperti halnya trakhea, bronkus tersusun atas lapisan jaringan ikat, lapisan jaringan otot polos, dan cincin tulang rawan serta lapisan epitel. Perbedaanya adalah bahwa dinding trakhea lebih tebal dan cincin tulang rawan pada bronkus tidak berbentuk lingkaran sempurna.
Cabang bronkus kanan lebih pendek, lebih lebar, dan cenderung lebih vertikal daripada cabang yang kiri. Hal tersebut menyebabkan benda asing lebih mudah masuk ke dalam cabang sebelah kanan daripada bronkus sebelah kiri.
Bronkhiolus merupakan cabang dari bronkus. Salurannya lebih kecil dan dindingnya lebih tipis. Cincin tulang rawannya juga semakin tipis dan lingkarannya tidak sempurna. Bronkiolus bercabang-cabang menjadi saluran yang semakin halus.
Alveoli
Parenkim paru-paru merupakan area yang aktif bekerja dari jaringan paru-paru. Parenkim tersebut banyak mengandung berjuta-juta unit alveolus, alveolus merupakan tempat kantong udara yang berukuran sangat kecil dan merupakan akhir dari bronkhiolus respiratoris sehingga memungkinkan pertukaran O¬2 dan CO2. Dinding alveoli tipis, lembab, setebal selapis sel, dan berlekatan erat dengan kapiler darah. Di beberapa bagian alveolus, dindingnya terbuka sehingga mempermudah hubungannya dengan kapiler darah. Dinding alveolus yang tipis dan lembab ini mempermudah udara pernapasan melaluinya.
Adanya alveolus memungkinkan daerah permukaan yang berperan penting untuk pertukaran gas menjadi luas., yaitu sekitar 50 kali luas permukaan tubuh, pada bagian alveolus inilah terjadi pertukaran oksigen dari udara bebas ke sel-sel darah dan CO2 dari sel-sel darah ke udara bebas.
Paru-paru
Paru-paru terletak pada rongga dada, berbentuk kerucut yang ujungnya berada diatas tulang iga pertama dan dasarnya berada pada diafragma. Paru-paru manusia berjumlah sepasang dan masing-masing dibungkus oleh selaput pembungkus yang dikenal dengan pleura. Pleura ini merupakan selaput tipis rangkap dua.
Diantara selaput tersebut dengan paru-paru terdapat cairan limfa yang berfungsi untuk melindungi paru-paru dari gesekan pada waktu mengembang dan mengempis. Mengembangnya dan mengempisnya paru-paru disebabkan oleh perubahan tekanan dalam rongga dada. Paru-paru kanan mempunyai tiga lobus sedangkan paru-paru kiri mempunyai dua lobus. Kelima lobus tersebut dapat terlihat dengan jelas. Setiap paru-paru terbagi menjadi beberapa subbagian menjadi sekitar sepuluh unit terkecil yang disebut bronchopulmonary segments

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar