Sabtu, 20 Oktober 2012

Macam - Macam Teknik Dalam Pertarungan Dalam Ilmu Bela Diri

Di dalam ilmu beladiri mengenal berbagai macam bentuk teknik pertarungan di dalam ilmu beladiri. Teknik pertarungan ilmu beladiri tersebut di bagi dalam 4 (empat) kelompok besar yaitu: teknik praktis, teknik ideal, teknik insidentiel dan teknik fantastis.

1. Teknik Praktis
Yang tergolong teknik praktis ini baik berupa pukulan, tangkapan, tangkisan, bantingan, hindaran maupun tendangan serta teknik lainnya yang teknik itu tidak bertentangan dengan gerakkan alamiah atau gerakkan anatomie misalnya tendangan seperti menendang bola dan lain sebagainya yang mudah dilaksanakan dan tidak sulit untuk dipelajari.
Misalnya pukulan tangan yang arahnya ke muka, mendorong ke muka atau di ayun ke muka seperti menempeleng atau meninju. Gerakan ini dapat dikuasai oleh semua orang yang tidak mempelajari Ilmu Beladiri sekalipun. Juga pukulan lainnya atau tendangan yang mudah dipelajari dan masuk akal.
Cara-cara yang praktis ini paling sering digemari baik dalam pertandingan ataupun pertarungan bela diri. Di gunakan oleh olah ragawan ilmu beladiri sebanyak kurang lebih 60% dalam suatu pertarungan.
Gerakan ini tidak banyak meminta keseimbangan atau latihan-latihan persiapan yang sulit dan berat. Teknik praktis ini berarti pula teknik yang tidak terlalu rumit untuk dilaksanakan dan hasilnya cukup memuaskan.
Teknik ini biasanya diberikan terlebih dahulu pada tingkat-tingkat dasar atau bagi para pemula belajar ilmu beladiri.

2. Teknik ideal
Cara yang ideal ini lebih sulit daripada teknik praktis dan membutuhkan kesempurnaan latihan dan ketepatan gerak yang mengandung keseimbangan, keluwesan dan tekanan-tekanan tertentu serta tidak dipergunakan sesering teknik praktis. Untuk menggunakan teknik ideal ini membutuhkan kesempatan dan posisi yang tepat.
Teknik ini banyak didapatkan pada kuncian-kuncian yang fatal atau mematahkan atau membanting atau pada tendangan loncat atau juga pada tendangan layang.
Pada saat tertentu dapat digunakan dengan mudah karena kemahiran yang menggunakannya. Tak jarang pula teknik ini menentukan kemenangan dengan hasil K.O.  maka pukulan-pukulan atau tendangan-tendangan yang terlatih dengan baik bisa digolongkan ke dalam teknik ini.
Sering pula teknik ini mengalami perubahan kerja dan bentuknya akibat keadaan lawan yang menyulitkan atau reaksi lawan yang tidak memberikan kesempatan akan terselenggaranya dengan sempurna teknik ideal ini.
Teknik ini dipergunakan sebanyak kurang lebih 25% dalam pertarungan. Serta teknik ini dipelajari pada tingkat menengah. Seseorang yang telah mahir karena kebiasaan latihan dapat mempergunakan teknik ini seperti teknik praktis. Namun selalu terbentur oleh reaksi lawan yang tidak terduga dan merintanginya.
Pada tingkat pertarungan teknik oleh atlit atau olah ragawan beladiri yang bermutu, teknik ini sering dipergunakan. 

3. Teknik insidential
Teknik ini merupakan teknik yang paling sulit untuk dilatih atau sering menggunakan atau menjalankan dulu latihan-latihan persiapan yang lama dan matang sebelum melakukan gerakan teknik insidentiel.
Contohnya yaitu menendang dengan dua kaki ke arah dada lawan yang mengharuskan loncatan tinggi serta keseimbangan yang tinggi dan kecepatan yang tinggi pula.
Meloncat tinggi kemudian menukik ke bawah seperti burung menyerang dada lawan dengan kepala seberat badannya, menendang dua kali di udara tanpa turun membutuhkan kecepatan dan loncatan yang tinggi, meloncat seperti harimau kemudian menendang dengan dua kaki, dan lain-lainnya yang tidak semua orang beladiri dapat melakukannya.
Teknik ini jarang dipergunakan karena menunggu kesempatan yang sebaik-baiknya. Teknik ini diberikan atau dipelajari pada tingkat tinggi dalam ilmu beladiri.
Karena teknik ini merupakan kelebihan-kelebihan seseorang maka mungkin tidak semua orang beladiri dapat menirunya, kecuali dengan kemauan yang keras dan rajin berlatih terus menerus. Seperti keadaan salto kemudian menendang sebelum jatuh ke tanah, bagi mereka yang berbadan gemuk tentu sulit untuk meniru teknik tersebut. Sebab mereka harus melalui latihan persiapan dahulu di samping memakai alat-alat pembantu yang tepat untuk menguatkan loncatan serta meninggikan keseimbangan.

4. Teknik Fantasis
Teknik fantastis ini hampir tidak bisa diterapkan dalam kenyataan, terlalu muluk dan tak masuk akal. Seperti loncatan diluar kemampuan manusia, berkelebat dan terbang seperti burung, menendang lebih dari tiga kali di udara, atau melayang-layang di atas kepungan lawan lebih dari satu tanpa turun dalam jangka lama, berjalan seperti cicak di dinding, bertengger di atas ranting dan lain sebagainya. Biasanya teknik ini dipengaruhi oleh dongeng-dongeng yang tidak diketemukan dalam kenyataan kecuali di komik, cerita silat atau cerita film.
Pada zaman modern ini, teknik fantastis ini dianalisa secara rasio mereka dengan dapat menghancurkan batu kali, papan, balok es, kelapa, batu merah, genteng dan lain-lainnya sebagai pengganti “Pukulan Penghancur Gunung” dengan latihan  yang tekun dengan mengeraskan pukulan pada sasaran latihan seperti yang banyak dicontohkan dalam berbagai pelajaran ilmu beladiri.
Terbang seperti burung juga sudah dianalisa seperti mereka melatih loncatan tinggi dengan tendangan dan keahlian-keahlian insidentiel.
Kelak apabila kemajuan dan perkembangan pribadi mencapai puncak ketinggiannya maka teknik fantastis bisa menjadi teknik insidentiel dan teknik insidentiel menjadi teknik ideal serta teknik ideal menjadi teknik praktis.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar